Profil Sagiyan Taruna Alip: Sosok di Balik Pembangunan dan Pelestarian Budaya Desa Gempollegundi
Sagiyan Taruna Alip, S.Pd.I, adalah Kepala Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai pemimpin yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Di bawah kepemimpinannya, Desa Gempollegundi menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor, mulai dari penataan fisik desa hingga penguatan kohesi sosial masyarakat.
Latar Belakang dan Kepemimpinan
Menjabat sebagai orang nomor satu di Desa Gempollegundi, Sagiyan Taruna Alip mengemban amanah untuk memimpin dan melayani warganya. Dalam menjalankan tugasnya, ia kerap menekankan pentingnya bekerja dengan baik dan tulus untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Hal ini tercermin dalam pesannya saat melantik perangkat desa baru, di mana ia mendorong aparaturnya untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Fokus pada Pembangunan Infrastruktur
Salah satu prioritas utama dalam kepemimpinan Sagiyan Taruna Alip adalah pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Menyadari permasalahan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga dan petani, Pemerintah Desa Gempollegundi di bawah arahannya merealisasikan pembangunan saluran drainase di beberapa titik krusial, seperti di Dusun Balongkebek.
Proyek yang didanai melalui Dana Desa (DD) ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi genangan air di jalan lingkungan, tetapi juga untuk memaksimalkan fungsi saluran pembuangan air (afvoer) sebagai pengendali banjir dan irigasi pertanian. Dengan harapan, lancarnya saluran air dapat berdampak positif pada hasil panen petani. Dalam pelaksanaannya, Pemdes Gempollegundi menerapkan sistem swakelola dengan memberdayakan warga setempat, yang tergabung dalam Tim Pengelola Kegiatan (TPK), sebagai bentuk transparansi dan pemberdayaan masyarakat.
Pelestari Tradisi dan Budaya Lokal
Di samping fokus pada pembangunan fisik, Sagiyan Taruna Alip juga menaruh perhatian besar pada pelestarian tradisi dan kearifan lokal. Ia aktif mendukung dan terlibat dalam kegiatan budaya seperti Sedekah Desa atau Nyadran. Tradisi ini merupakan wujud syukur masyarakat atas hasil bumi dan keselamatan yang telah diberikan Tuhan, sekaligus menjadi ajang untuk mendoakan para leluhur.
Salah satu keunikan dalam perayaan Nyadran di Gempollegundi adalah adanya pertunjukan wayang kayu atau wayang kulit. Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun, termasuk menjadi kewajiban tak tertulis bagi kepala desa yang menjabat untuk melestarikannya. Baginya, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga kerukunan dan kekompakan warga desa.
Melalui kepemimpinannya, Sagiyan Taruna Alip berupaya menyeimbangkan antara kemajuan zaman melalui pembangunan infrastruktur dengan pelestarian identitas budaya yang menjadi akar kekuatan sosial masyarakat Desa Gempollegundi.